Penipuan sewa rumah di Facebook: risiko grup dan Marketplace
Tim Nest · Terakhir diperbarui:
Grup Facebook dan Marketplace berisiko untuk mencari kos, kontrakan, atau vila di Bali karena tidak ada yang memeriksa iklannya untuk Anda: Meta sendiri meminta pengguna tidak mengirim deposit untuk barang berharga, seperti apartemen, sebelum memastikan barangnya nyata dan siapa pemiliknya, dan Meta menyatakan tidak menawarkan pengembalian dana untuk transaksi langsung atau di luar situs. Pola penipuan sewa rumah di Facebook yang diberitakan media di Bali dan digambarkan polisi pun mirip: iklan di media sosial, obrolan yang cepat pindah ke aplikasi pesan, lalu desakan membayar DP sebelum Anda melihat lokasi.
Bagi yang akan pindah ke Bali dari Jakarta, Medan, atau kota lain, grup Facebook terasa praktis untuk mencari hunian dari jauh. Justru di situ risikonya: Anda belum bisa melihat lokasi, tapi sudah diminta membayar. Tidak semua iklan di grup itu penipuan, dan sebagian admin grup bekerja keras menghapus akun palsu. Tapi saluran ini nyaris tidak melindungi Anda, jadi pemeriksaannya harus Anda lakukan sendiri.
Kenapa grup Facebook berisiko untuk mencari sewa rumah di Bali?
Tidak ada yang memeriksa pemasang iklan maupun rumahnya
Postingan di grup atau iklan di Marketplace hanya berisi foto, harga, dan profil. Semua itu tidak membuktikan bahwa rumahnya ada, atau bahwa orang itu berhak menyewakannya. Panduan Meta tentang penipuan di Marketplace menyerahkan pemeriksaan itu kepada Anda: sebelum mengirim deposit untuk barang berharga, dan Meta menyebut apartemen sebagai contohnya, pastikan barangnya nyata serta cek keberadaan dan kepemilikannya secara langsung atau lewat video call.
Akun bisa palsu atau dibajak
Meta mengingatkan bahwa penipu membuat akun palsu, atau membobol akun yang sudah ada, untuk menipu orang demi uang (Menghindari penipuan di Facebook). Investigasi ProPublica pada 2021 menggambarkan penipu sewa rumah di Marketplace yang kerap memakai akun agen properti yang dibajak agar iklannya tampak lebih meyakinkan. Nama agensi yang Anda kenal, atau profil yang sudah bertahun-tahun aktif, belum tentu bukti.
Admin grup melihatnya setiap hari. Pada 2023, admin sebuah grup Facebook penyewaan kamar di Sunshine Coast, Australia, bercerita kepada ABC Indonesia bahwa awalnya ia menghapus sekitar 30 sampai 40 akun palsu per hari, kini tinggal dua atau tiga, dan ia memeriksa 150 sampai 200 profil setiap hari. Menurutnya, para penipu biasanya meminta pembayaran untuk properti yang sebenarnya tidak ada, atau mencoba menjual barang lewat grup itu.
Iklan disalin dan diunggah ulang
ProPublica juga menggambarkan penipu yang menyalin foto dari iklan properti asli, mengunggahnya ulang dengan harga sewa di bawah pasar, lalu mengatakan rumahnya tidak bisa dilihat langsung, saat itu dengan alasan pandemi. Penipu hanya butuh foto vila milik orang lain, harga yang lebih murah, dan nomor HP baru.
Obrolan cepat pindah ke WhatsApp
Meta menyarankan agar percakapan di Marketplace tetap di Facebook atau Messenger, terutama di awal, karena obrolan yang dipindah ke WhatsApp, telepon, SMS, atau email membuat penipuan lebih sulit dideteksi. Pusiknas Bareskrim Polri juga mencatat pola yang kerap dipakai pelaku penipuan online: memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan, memakai identitas palsu, dan berkomunikasi dengan nada mendesak atau menekan. Karena pindah ke WhatsApp bisa terasa biasa, langkah ini mudah terlewat sebagai tanda bahaya.
Grup hanya seaman adminnya
Cara sebuah grup dikelola ditentukan oleh adminnya. Halaman bantuan Meta mencantumkan pertanyaan keanggotaan, aturan tentang apa yang boleh diposting anggota, dan alat moderasi lain sebagai pengaturan bagi orang yang mengelola grup. Laporan yang Anda kirim ke admin tidak diteruskan ke Facebook, dan menurut Meta, admin bisa menindaklanjutinya atau tidak (Pusat Bantuan Facebook). Admin juga akan tahu bahwa Anda yang melapor.
Pengembalian dana Meta tidak mencakup pembayaran langsung
Perlindungan Pembelian Meta berlaku untuk pembelian yang memenuhi syarat lewat checkout di Facebook. Barang yang ditukar secara langsung dengan uang tunai atau metode pembayaran antarorang lainnya tidak memenuhi syarat, dan Meta menyatakan tidak menawarkan pengembalian dana untuk transaksi langsung atau di luar situs. Halaman Meta tidak menyebut deposit sewa. Jika Anda merasa tertipu, Pusiknas menyarankan untuk segera menghentikan komunikasi dengan pelaku, menyimpan bukti percakapan atau transaksi, memblokir akun atau nomornya, dan melapor ke kepolisian.
Seperti apa penipuan sewa rumah di Facebook?
Kasus yang diberitakan di Bali menunjukkan dua risiko yang berbeda: pemilik palsu, dan pemilik asli yang menyembunyikan masalah.
Kos yang disewakan oleh orang yang bukan pemiliknya
Pada April 2026, NusaBali memberitakan seorang perantau asal Medan berusia 26 tahun yang baru diterima bekerja di Denpasar. Sebelum berangkat, ia mencari kos lewat media sosial dan menemukan postingan lengkap dengan foto dan nomor kontak. Ia menghubungi nomor itu lewat WhatsApp, lalu pria yang mengaku pemilik meminta DP Rp 500.000, setengah dari harga sewa yang ditawarkan.
Setelah uang ditransfer, nomornya tidak bisa dihubungi lagi. Saat tiba di alamat itu, ternyata pemilik kos yang sebenarnya orang lain, dan malam itu ia terpaksa tidur di emperan toko. Berita itu tidak menyebut platformnya, tapi alurnya, dari postingan ke WhatsApp lalu transfer, persis seperti yang diperingatkan Meta.
Vila sungguhan dengan masalah yang tidak disebutkan
Dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar pada November 2023, jaksa menyebut sepasang suami istri meminta vila mereka di Sanur diiklankan lewat Facebook Marketplace pada 2019. Menurut Radar Bali, yang memberitakan dakwaannya, penyewa melihat vila itu, ditunjukkan fotokopi Sertifikat Hak Milik (SHM) dan IMB, lalu sepakat menyewa selama lima tahun dengan harga Rp 180 juta per tahun. Penyewa membayar DP Rp 10 juta, menandatangani surat perjanjian sewa, lalu mentransfer Rp 845 juta ke rekening atas nama sang suami.
Yang tidak disampaikan, menurut dakwaan, sertifikat vila itu sudah menjadi jaminan utang sejak 2014, dan vilanya sudah dilelang eksekusi pada Maret 2019. Pengosongan vila oleh pengadilan menyusul pada September tahun itu, dan jaksa menyebut kerugian penyewa Rp 900 juta. Ini dakwaan jaksa di persidangan, bukan putusan, dan kami tidak menemukan berita tentang putusannya. Survei lokasi membuktikan vilanya ada, tapi tidak membuktikan vila itu bebas disewakan selama lima tahun.
Bukan hanya di Bali
Kasus ini di luar Bali dan menyangkut jual beli properti, bukan sewa. Pada Juli 2025, Polres Metro Bekasi Kota membongkar penipuan berkedok jual beli properti lewat Facebook Marketplace: dua tersangka menawarkan empat unit rumah kontrakan dan sebidang tanah di Bekasi Barat dengan harga di bawah pasar. Polisi mencatat 77 korban dengan kerugian sementara lebih dari Rp 4,1 miliar (Pojoksatu). Secara nasional, Pusiknas Bareskrim Polri mencatat 10.583 laporan kasus penipuan online sepanjang Januari sampai Maret 2026 saja, mencakup semua jenis penipuan online, bukan hanya sewa.
Apa saran Meta sendiri?
Halaman bantuan Meta ditulis untuk jual beli, tapi sarannya cocok untuk sewa-menyewa. Selain memastikan rumahnya nyata sebelum mengirim deposit dan menjaga obrolan tetap di Facebook atau Messenger di awal, Meta menyarankan Anda untuk:
- Mengecek ulang tawaran yang terlalu bagus, terutama yang jauh di bawah harga pasar, dan waspada terhadap orang yang mendesak Anda.
- Memeriksa profil penjual: penilaian, ulasan, teman yang sama, dan iklannya yang lain. Akun tanpa teman, tanpa foto profil, atau tanpa aktivitas yang terlihat nyata patut dicurigai.
- Mengikuti tiga aturan sederhananya: tetap tenang, periksa sendiri detailnya, dan jangan kirim uang begitu diminta.
- Berhenti membalas dan melaporkannya ke Facebook jika Anda menduga itu penipuan.
Cara lebih aman memakai grup Facebook untuk mencari hunian
Mulailah dari apa yang bisa dan tidak bisa diberikan sebuah postingan:
| Yang perlu Anda pastikan | Yang diberikan postingan Facebook | Cara memastikannya |
|---|---|---|
| Rumahnya ada dan sesuai foto | Foto, yang bisa saja hasil salinan | Survei langsung, atau video call dari lokasi sebagai langkah awal |
| Orang itu berhak menyewakan | Nama dan profil | KTP-nya, serta sertifikat atau surat perjanjian sewanya sendiri |
| Anda membayar orang yang tepat | Nomor rekening yang dikirim lewat chat | Surat perjanjian sewa yang ditandatangani, dan rekening atas nama yang sama |
| Uang Anda terlindungi | Tidak ada: Meta tidak menawarkan pengembalian dana untuk transaksi langsung atau di luar situs | Bayar hanya dengan perjanjian dan kuitansi |
Lalu pakai grup untuk mencari petunjuk, bukan untuk langsung bertransaksi:
- Anggap postingan sebagai petunjuk. Bandingkan harga dan fotonya dengan hunian serupa di tempat lain sebelum membalas.
- Tanyakan Anda berurusan dengan siapa. Pemilik, agen, dan penyewa yang mengoper kontraknya masing-masing butuh bukti yang berbeda. Profil yang tampak asli tidak membuktikan siapa pemilik rumahnya.
- Jangan cantumkan nomor HP di postingan "cari kos". Pada 2018, situs cek fakta milik regulator komunikasi Malaysia, Sebenarnya.my, meneruskan peringatan polisi Malaysia bahwa kebanyakan korban sindikat penipuan sewa rumah adalah orang yang mencantumkan nama dan nomor telepon pribadinya di media sosial saat mencari rumah. Biarkan orang membalas di kolom komentar atau Messenger, supaya Anda bisa melihat profilnya lebih dulu.
- Tetap di Messenger sampai Anda melihat lokasinya. Kalau orang itu langsung memaksa pindah ke WhatsApp, tanyakan alasannya.
- Lihat langsung sebelum uang berpindah. Kalau Anda masih di Jakarta atau kota lain, video call dari lokasi hanyalah langkah awal. NusaBali menyarankan perantau meminta bantuan kenalan di daerah tujuan untuk survei.
- Bayar berdasarkan dokumen. Tanda tangani surat perjanjian sewa, minta kuitansi, simpan bukti transfer, dan transfer hanya ke rekening atas nama orang yang menandatangani.
- Untuk kontrak panjang, cek sertifikatnya. Kasus Sanur menunjukkan bahwa fotokopi dan survei saja tidak cukup. Sebelum menandatangani kontrak yang dibayar bertahun-tahun di muka, tanyakan kepada notaris atau PPAT berlisensi. Ini informasi umum, bukan nasihat hukum.
- Laporkan di dua tempat. Laporan ke admin grup tidak sampai ke Facebook, jadi laporkan juga postingan atau grupnya ke Facebook. Meta meninjau laporan berdasarkan Standar Komunitasnya, tapi laporan tidak menjamin konten dihapus (Melaporkan grup ke Facebook).
Alternatifnya: cari di tempat yang identitas pemasangnya terverifikasi
Kelemahan grup adalah Anda tidak tahu siapa di balik sebuah postingan. Alternatifnya, carilah hunian di tempat yang mewajibkan orang di balik setiap iklan membuktikan identitasnya, dan tempat iklan yang mencurigakan bisa dilaporkan kepada tim yang meninjaunya.
Begitulah cara kerja Nest. Anda bisa melihat sewa rumah dan vila jangka panjang di Nest atau semua listing di peta Nest. Daripada memantau grup setiap hari, simpan pencarian dan aktifkan notifikasi: aplikasi Nest mengirim pemberitahuan harian saat ada listing baru yang cocok. Jika ada yang terasa janggal, halaman keamanan Nest menjelaskan cara melaporkan penipuan.
Sebelum transfer ke orang yang Anda kenal dari grup
Postingan di Facebook bisa mengantar Anda ke hunian yang bagus, tapi tidak bisa memberi tahu siapa yang sebenarnya Anda bayar. Sebelum uang berpindah, lihat lokasinya, kenali orangnya, dan simpan semua bukti: surat perjanjian, kuitansi, bukti transfer, dan percakapan. Kalau ada yang terasa janggal, berhenti membalas dan laporkan ke admin grup serta ke Facebook.
Sumber
- Meta, Pusat Bantuan Facebook: Tentang penipuan di Facebook Marketplace (diakses 6 Oktober 2026)
- Meta, Pusat Bantuan Facebook: Menghindari penipuan di Facebook (diakses 6 Oktober 2026)
- Meta, Pusat Bantuan Facebook: Melaporkan postingan atau komentar grup Facebook ke admin (diakses 6 Oktober 2026)
- Meta, Pusat Bantuan Facebook: Melaporkan grup ke Facebook (diakses 6 Oktober 2026)
- Meta, Pusat Bantuan Facebook: Mengelola Orang dan Konten (diakses 6 Oktober 2026)
- Pusiknas Bareskrim Polri: Modus Penipuan Online Kian Canggih, Ribuan Kasus Terjadi Tiap Bulan (diakses 6 Oktober 2026)
- Sebenarnya.my (Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia): Terdapat Sindiket Penipuan Sewa Rumah Dan Bilik Atas Talian? (diakses 6 Oktober 2026)
- NusaBali: Awas Penipuan Berkedok Kos, Perantau di Denpasar Jadi Korban (diakses 6 Oktober 2026)
- Radar Bali: Penipuan Modus Sewa Vila Nyaris Rp 1 Miliar di Sanur, Suami Jadi Pesakitan, Istri Buron, Begini Ceritanya (diakses 6 Oktober 2026)
- Pojoksatu: Polres Metro Bekasi Tangkap 2 Pelaku Tawarkan Rumah Kontrakan dan Tanah Harga Murah di Marketplace (diakses 6 Oktober 2026)
- ABC Indonesia: Penipuan di Facebook Marketplace Semakin Marak, Ini Cara untuk Menghindarinya (diakses 6 Oktober 2026)
- ProPublica: Facebook Grew Marketplace to 1 Billion Users. Now Scammers Are Using It to Target People Around the World (diakses 6 Oktober 2026)